Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Tarakan melalui Tim Bidang Pengembangan Perdagangan melakukan monitoring dan pemantauan langsung terkait ketersediaan stok serta stabilitas harga komoditas beras di tingkat distributor, Selasa (22/9).
Kegiatan ini difokuskan untuk mengawal dan memastikan bahwa pasokan beras bagi masyarakat Kota Tarakan tetap terpenuhi secara berkelanjutan hingga akhir tahun 2026. Selain itu, langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk langkah antisipasi pemerintah daerah terhadap dampak musim kemarau berkepanjangan yang saat ini sedang berlangsung dan berpotensi memengaruhi jalur produksi pangan.
Dari hasil pemantauan dan koordinasi langsung dengan para distributor lokal di lapangan, Tim Bidang Pengembangan Perdagangan DKUKMP mengonfirmasi bahwa stok beras untuk Kota Tarakan dipastikan aman hingga akhir tahun 2026. Kelancaran supply atau pasokan dari daerah asal, baik kiriman jalur distribusi dari Surabaya maupun Makassar, sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala operasional yang berarti.
Pemerintah Kota Tarakan melalui DKUKMP akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar di pasar. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan karena ketersediaan pangan pokok di Tarakan dalam kondisi yang sangat mencukupi.






